Cinta Diri dan Sesama Manusia: Fondasi Kemanusiaan dalam Kurikulum Berbasis Cinta
Oleh Cecep Hilman & Qurrota A’yuni Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Jakarta Dunia yang kita tinggali hari ini sedang mengalami defisit cinta. Data global tentang kesehatan sosial memperlihatkan gejala krisis kemanusiaan yang semakin nyata. Laporan UNESCO menunjukkan lebih dari sepertiga pelajar dunia pernah mengalami kekerasan emosional dan bullying , sebuah tanda bahwa ruang aman psikologis semakin menyempit di lingkungan pendidikan. Di sisi lain, riset WHO menegaskan peningkatan gangguan kecemasan khususnya pada usia dewasa muda, banyak di antaranya dipicu oleh relasi sosial yang tidak sehat, tekanan sosial, serta hilangnya ruang kasih di tengah masyarakat. Fenomena-fenomena ini selaras dengan pesan yang ditulis dalam Diary Petualangan Panca Cinta: terlalu banyak “benih cinta” yang gagal tumbuh, dan terlalu banyak “hama batin” seperti kemarahan yang tidak terkelola, ketakutan sosial, kompetisi yang mematikan kolaborasi, hingga budaya bully yang merampa...